Get UPdate

Aicon Global Indonesia > Sustainability > Environment > Perbedaan GRI Standard 2020 dan GRI Universal Standard 2021

Perbedaan GRI Standard 2020 dan GRI Universal Standard 2021

November 6, 2025

Perbedaan GRI Standard 2020 dan GRI Universal Standard 2021

Global Reporting Initiative (GRI) telah mengumumkan versi terbaru dari Standar Universal — tolak ukur global untuk pelaporan keberlanjutan yang memungkinkan organisasi untuk memahami dan melaporkan dampaknya. Standar GRI adalah sistem modular dan terdiri dari tiga seri standar; Standar Universal yang direvisi, Standar Sektor, Standar Topik yang diadaptasi.

Standar Universal GRI dan Mengapa Standar Tersebut Direvisi

Standar Universal GRI mencakup dasar, pengungkapan umum, dan topik material yang akan membantu organisasi melaporkan sesuai dengan standar GRI. Standar ini dikembangkan melalui proses transparan yang diawasi oleh Global Sustainability Standards Board (GSSB).

Standar ini telah direvisi agar selaras dengan organisasi antar pemerintah dan instrumen otoritatif seperti yang ditetapkan oleh PBB pada UN Guiding Principles on Business and Human Rights dan OECD pada the OECD Guidelines for Multinational Enterprises dan the OECD Due Diligence Guidance for Responsible Business Conduct, dan merupakan standar pelaporan pertama yang sepenuhnya mencerminkan harapan uji tuntas bagi organisasi untuk mengelola dampak keberlanjutannya. Standar ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2023, namun, perusahaan didorong untuk melakukan transisi lebih awal jika memungkinkan.

Apa Saja Perubahan pada Standar Universal GRI?

GRI 1 Dasar merupakan Outline dari tujuan standar GRI, mengklarifikasi konsep-konsep kunci dan menjelaskan bagaimana mengartikan standar secara keseluruhan. GRI 1 menjelaskan prinsip-prinsip pelaporan untuk memungkinkan kualitas dan penyajian data yang lebih baik dan penekanan pada pelaporan sesuai dengan standar GRI, sehingga menggantikan opsi ‘Core’ dan ‘Komprehensif’ yang sebelumnya ada. GRI 1 juga berfokus pada beberapa konsep utama termasuk dampak organisasi terhadap lingkungan, ekonomi dan masyarakat, termasuk hak asasi manusia serta uji tuntas dan pemangku kepentingan.

GRI 2 Pengungkapan Umum berisi pengungkapan yang direvisi bagi organisasi untuk memberikan informasi tentang praktik pelaporan, tata kelola, strategi, kebijakan, dan keterlibatan pemangku kepentingan mereka. Komite teknis bekerja secara khusus untuk GRI 2 agar dapat memberikan masukan tentang pengungkapan baru dalam komitmen kebijakan untuk perilaku bisnis yang bertanggung jawab termasuk hak asasi manusia dan uji tuntas.

GRI 3 Topik Material terdiri dari pendekatan yang direvisi terhadap materialitas dengan memasukkan konsep uji tuntas dengan panduan yang lebih baik tentang cara menentukan topik material. GRI 3 juga berisi pengungkapan yang direvisi untuk melaporkan proses penentuan serta pengelolaan daftar topik material yang diidentifikasi.

Pengenalan Pada Standar Sektor GRI

Standar sektor GRI adalah tambahan utama pada rangkaian standar yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang dampak paling signifikan dari suatu sektor. Standar sektor tidak menggantikan proses materialitas organisasi itu sendiri, melainkan digunakan sebagai sumber daya tambahan dan pelengkap. Rencana GRI adalah mengembangkan 40 standar sektor dan setiap standar sektor akan merangkum topik yang mungkin material bagi sektor tertentu, serta pengungkapan spesifik sektor terkait. Organisasi pelapor diwajibkan untuk menggunakan standar sektor jika memungkinkan dan harus mengungkapkan setiap topik materialnya. Sampai artikel ini terbit, GRI sudah merilis 3 standar sektor yaitu sektor standar untuk minyak dan gas bumi (GRI 11), batubara (GRI 12) serta pertanian, budidaya perairan dan perikanan (GRI 13).